Doomscrolling: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Menghabiskan Waktu
RAU - Friday, 25 September 2026 | 01:42 PM


Pernah berniat membuka ponsel hanya selama lima menit, tetapi tanpa terasa sudah menghabiskan waktu hampir satu jam? Anda mungkin sedang mengalami doomscrolling.
Doomscrolling merupakan kebiasaan terus-menerus menggulir layar untuk melihat berbagai konten, terutama berita atau informasi yang cenderung negatif, mengkhawatirkan, atau membuat penasaran. Kebiasaan ini sering dilakukan secara otomatis, bahkan ketika sebenarnya tidak ada lagi informasi penting yang ingin dicari.
Di tengah penggunaan media sosial yang semakin lekat dengan kehidupan sehari-hari, doomscrolling bisa menjadi kebiasaan yang sulit disadari. Waktu beberapa menit yang awalnya terasa sepele dapat terakumulasi menjadi puluhan menit atau bahkan berjam-jam.
Apa Itu Doomscrolling?
Secara sederhana, doomscrolling adalah kebiasaan mengonsumsi konten secara terus-menerus dengan cara menggulir layar tanpa tujuan yang jelas.
Istilah ini banyak digunakan untuk menggambarkan aktivitas membaca atau menonton informasi negatif secara berulang. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, doomscrolling juga sering merujuk pada kebiasaan scrolling tanpa henti meskipun seseorang sudah merasa lelah atau tidak mendapatkan manfaat berarti dari aktivitas tersebut.
Salah satu hal yang membuat kebiasaan ini mudah terjadi adalah sistem media sosial yang terus menyediakan konten baru. Setelah satu unggahan selesai dilihat, pengguna dapat langsung menemukan unggahan berikutnya tanpa perlu melakukan pencarian secara aktif.
Mengapa Doomscrolling Bisa Sulit Dihentikan?
Salah satu penyebabnya adalah rasa penasaran terhadap informasi berikutnya. Ketika melihat sebuah berita atau unggahan, seseorang mungkin terdorong untuk mengetahui perkembangan selanjutnya.
Belum lagi algoritma platform digital yang menampilkan konten berdasarkan aktivitas pengguna. Semakin lama seseorang berinteraksi dengan jenis konten tertentu, semakin banyak konten serupa yang mungkin muncul di layar.
Akibatnya, scrolling dapat berubah dari aktivitas yang awalnya dilakukan untuk mencari informasi menjadi kebiasaan otomatis.
Waktu Bisa Habis Tanpa Disadari
Masalah utama doomscrolling sering kali bukan satu sesi scrolling yang berlangsung beberapa menit, melainkan frekuensinya yang berulang.
Misalnya, seseorang membuka media sosial saat baru bangun tidur, kemudian kembali scrolling ketika sedang makan, menunggu kendaraan, beristirahat, dan sebelum tidur.
Setiap sesi mungkin hanya berlangsung sebentar. Namun, jika dilakukan berkali-kali dalam sehari, total waktunya bisa menjadi cukup besar.
Tanpa disadari, waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat, membaca, berolahraga, mengerjakan pekerjaan, atau berinteraksi dengan orang lain dapat tersita.
Tanda-Tanda Anda Terlalu Sering Scrolling
Beberapa kebiasaan berikut bisa menjadi tanda bahwa penggunaan media sosial mulai sulit dikendalikan:
- Membuka media sosial tanpa tujuan tertentu.
- Mengatakan hanya ingin melihat sebentar, tetapi akhirnya scrolling dalam waktu lama.
- Sulit berhenti meskipun sudah merasa bosan.
- Sering membuka ponsel ketika sedang menunggu atau tidak melakukan apa-apa.
- Mengecek media sosial berulang kali dalam waktu singkat.
- Merasa waktu berlalu sangat cepat ketika scrolling.
- Membawa kebiasaan scrolling hingga menjelang waktu tidur.
Tanda-tanda tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami masalah serius. Namun, bisa menjadi pengingat untuk mengevaluasi kembali kebiasaan menggunakan perangkat digital.
Dampaknya terhadap Aktivitas Sehari-hari
Doomscrolling dapat membuat perhatian terbagi. Ketika seseorang terbiasa berpindah dari satu konten ke konten lainnya dalam waktu singkat, aktivitas yang membutuhkan fokus lebih lama bisa terasa kurang menarik.
Kebiasaan scrolling juga dapat mengganggu rutinitas apabila dilakukan pada waktu yang seharusnya digunakan untuk pekerjaan atau istirahat.
Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi informasi negatif secara berulang dapat membuat seseorang merasa lebih terbebani oleh informasi yang dilihatnya. Dampaknya tentu dapat berbeda pada setiap orang.
Cara Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling
Mengurangi doomscrolling tidak selalu berarti harus berhenti menggunakan media sosial sepenuhnya. Beberapa perubahan kecil bisa dicoba.
1. Tentukan tujuan sebelum membuka aplikasi
Sebelum membuka media sosial, tanyakan apa yang ingin dilakukan. Apakah ingin membalas pesan, mencari informasi tertentu, atau sekadar mengisi waktu?
Dengan tujuan yang jelas, aktivitas scrolling bisa lebih terarah.
2. Gunakan batas waktu
Manfaatkan fitur pengingat atau batas penggunaan aplikasi jika tersedia. Atur durasi yang realistis dan gunakan sebagai pengingat untuk berhenti.
3. Matikan notifikasi yang tidak penting
Notifikasi yang terus muncul dapat menjadi pemicu untuk kembali membuka ponsel. Mematikan notifikasi yang tidak diperlukan dapat membantu mengurangi dorongan untuk mengecek perangkat.
4. Jauhkan ponsel dari tempat tidur
Jika kebiasaan scrolling sering terjadi sebelum tidur, cobalah meletakkan ponsel sedikit lebih jauh dari tempat tidur. Cara sederhana ini dapat memberikan jeda sebelum mengambil perangkat.
5. Ganti dengan aktivitas lain
Ketika tangan mulai ingin membuka media sosial karena bosan, coba lakukan aktivitas singkat lain, seperti berjalan sebentar, membaca beberapa halaman buku, merapikan meja, atau berbicara dengan orang di sekitar.
6. Berhenti mengikuti akun yang membuat tidak nyaman
Jika jenis konten tertentu terus membuat Anda merasa tertekan atau tidak nyaman, pertimbangkan untuk membatasi paparan terhadap konten tersebut melalui fitur mute, unfollow, atau pengaturan lainnya.
Tidak Semua Scrolling Itu Buruk
Menggunakan media sosial bukan berarti selalu menjadi kebiasaan buruk. Media sosial dapat digunakan untuk berkomunikasi, mendapatkan informasi, mengikuti perkembangan tertentu, mencari hiburan, hingga membangun jaringan.
Yang perlu diperhatikan adalah pola dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.
Jika scrolling mulai mengambil waktu yang seharusnya digunakan untuk aktivitas lain atau membuat Anda kesulitan berhenti, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kebiasaan tersebut.
Mulai dari Satu Perubahan Kecil
Mengurangi doomscrolling tidak harus dilakukan secara drastis. Anda bisa memulainya dengan menetapkan waktu tertentu tanpa ponsel, mengurangi notifikasi, atau membatasi aplikasi yang paling sering dibuka.
Kesadaran terhadap waktu juga menjadi langkah penting. Coba perhatikan berapa kali Anda mengambil ponsel dalam sehari dan apa yang sebenarnya dicari setiap kali membuka layar.
Pada akhirnya, teknologi seharusnya membantu kehidupan sehari-hari, bukan membuat waktu berlalu tanpa disadari. Dengan penggunaan yang lebih sadar, Anda tetap bisa menikmati media sosial tanpa harus membiarkan kebiasaan scrolling mengambil terlalu banyak waktu.
Next News

5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Mengubah Kualitas Hidupmu
in 6 hours

Belajar Menikmati Waktu Sendiri Tanpa Merasa Kesepian
in 6 hours

Kenapa Kita Sering Merasa Lelah Padahal Tidak Banyak Aktivitas? Ini Beberapa Kemungkinannya
in 6 hours

Membedakan Self-Reward dan Impulsive Buying: Kapan Belanja Jadi Bentuk Apresiasi, Kapan Jadi Kebiasaan?
in 6 hours

Skincare Minimalis: Apakah Kita Benar-Benar Membutuhkan Banyak Produk?
6 hours ago

Fenomena Nongkrong di Kafe: Gaya Hidup atau Sekadar Tren?
in 6 hours

Menciptakan "Me Time" di Rumah Setelah Seharian Beraktivitas
in 5 hours

Apakah Hidup Kita Terlalu Dipengaruhi Tren di Media Sosial?
in 5 hours

Terlalu Banyak Memikirkan Hal Kecil Bisa Bikin Galau, Begini Cara Pikiran Bekerja
7 hours ago

Kenapa Kita Sulit Lepas dari Layar Ponsel? Ini Alasan yang Sering Tidak Disadari
in 5 hours





