Cuaca Panas Ekstrem: Tips Aman agar Tubuh Tetap Terhidrasi
Liaa - Sunday, 25 January 2026 | 11:30 AM


Indonesia mulai memasuki musim kemarau di sejumlah wilayah, kondisi yang ditandai suhu udara panas, kelembapan rendah, dan intensitas sinar matahari yang lebih tinggi dari biasanya. Situasi ini membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan dan rentan mengalami gangguan kesehatan jika tidak diantisipasi.
Menurut penjelasan tenaga kesehatan, ancaman yang umum muncul selama kemarau meliputi dehidrasi, gangguan saluran pernapasan akibat debu, iritasi mata, kulit kering, hingga risiko penyakit akibat paparan panas seperti heat exhaustion atau heatstroke.
1. Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Pada musim kemarau, tubuh membutuhkan cairan lebih banyak untuk menjaga regulasi suhu. Disarankan minum air putih secara rutin meskipun tidak merasa haus, serta menghindari minuman berkafein dan bersoda yang mempercepat pengeluaran cairan.
2. Gunakan pelindung saat beraktivitas di luar rumah
Paparan matahari berlebihan dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko iritasi. Penggunaan topi, payung, sunscreen, serta pakaian yang melindungi kulit membantu menekan risiko tersebut. Bagi anak dan lansia, perlindungan ekstra sangat dianjurkan karena lebih cepat mengalami dehidrasi dan iritasi.
3. Jaga kualitas udara di dalam rumah
Debu lebih mudah terbawa angin saat musim kemarau, sehingga gangguan pernapasan seperti batuk dan ISPA cenderung meningkat. Membersihkan rumah secara berkala, menggunakan masker saat berada di luar ruangan, serta memanfaatkan penyaring udara dapat mengurangi risiko.
4. Konsumsi makanan bergizi dan kaya air
Sayuran dan buah-buahan seperti timun, semangka, jeruk, dan tomat membantu meningkatkan asupan air sekaligus memperkuat daya tahan tubuh. Asupan protein dan vitamin juga dibutuhkan agar tubuh tidak mudah sakit.
5. Istirahat cukup dan hindari kelelahan panas
Aktivitas fisik pada suhu tinggi meningkatkan tekanan pada tubuh. Mengatur waktu aktivitas, terutama bagi pekerja luar ruangan, dapat membantu mencegah kelelahan panas. Istirahat cukup juga penting untuk menjaga sistem imun.
Musim kemarau bukan hanya soal cuaca panas, tetapi juga tantangan kesehatan yang harus diantisipasi sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti minum air teratur, menjaga kebersihan, dan menghindari paparan panas berlebihan dapat menjaga tubuh tetap bugar hingga musim berakhir.
Next News

Benarkah Potong Bulu Mata Bayi Bikin Lentik? Cek Penjelasannya
in 7 hours

Mitos atau Fakta: Wortel Bikin Mata Tajam Bak Elang?
in 5 hours

Mengapa Thrifting Begitu Populer? Dari Stigma Menuju Tren Fashion
in 5 hours

Cara Pilih Kacamata Sesuai Bentuk Wajah Agar Makin Estetik
in 4 hours

Bukan Faktor Penuaan, Ini Pemicu Uban Muncul di Usia Remaja
in 4 hours

Bukan Sekadar Metaverse, Inilah Alasan aespa Sukses Besar
in 4 hours

Mengenal Paus Orca: Fakta Kecerdasan Paus Pembunuh dan Mitos Predator Puncak
in 2 hours

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Berbahaya? Ini Alasan Ilmiah di Balik Pemusnahannya
in 2 hours

7 Hewan yang Sering Digunakan dalam Eksperimen Sains dan Kontroversinya
in 2 hours

Kenali 5 Jenis Sale Pisang, Camilan Tradisional Favorit Banyak Orang
in an hour





