Kamis, 24 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bukan Cuma Modal Nekat, Ini Persiapan Penting Sebelum Solo Traveling

Tata - Thursday, 24 September 2026 | 08:51 AM

Background
Bukan Cuma Modal Nekat, Ini Persiapan Penting Sebelum Solo Traveling

Bepergian sendirian sering dianggap sebagai bentuk kebebasan. Tidak ada teman yang harus diajak berdiskusi mengenai tujuan wisata, tidak perlu menunggu orang lain bangun sebelum beraktivitas, dan rencana perjalanan bisa disesuaikan dengan keinginan sendiri.

Namun, solo traveling bukan berarti cukup membawa tas, uang, dan keberanian lalu berangkat begitu saja.

Ketika bepergian sendirian, seseorang tidak memiliki teman perjalanan yang bisa langsung membantu ketika tersesat, kehilangan barang, sakit, atau menghadapi situasi tidak terduga. Karena itu, persiapan menjadi bagian penting sebelum memulai perjalanan.

Smartraveller menyarankan solo traveler melakukan riset destinasi, merencanakan akomodasi dan transportasi, memberi tahu orang terpercaya mengenai rencana perjalanan, serta menyiapkan kontak darurat sebelum berangkat.

1. Kenali Destinasi Sebelum Berangkat

Jangan hanya mencari tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Pelajari juga kondisi destinasi yang akan didatangi.



Cari tahu mengenai aturan setempat, kondisi keamanan, transportasi, cuaca, kebiasaan masyarakat, serta wilayah yang sebaiknya dihindari.

Informasi seperti ini dapat membantu traveler membuat keputusan yang lebih realistis. Sebuah tempat mungkin sangat populer di media sosial, tetapi belum tentu semua bagian wilayahnya memiliki kondisi yang sama.

Untuk perjalanan ke luar negeri, pemeriksaan persyaratan masuk dan keluar negara juga penting. Pastikan dokumen dan visa yang diperlukan sesuai dengan tujuan perjalanan. Pemerintah Australia, misalnya, memasukkan riset destinasi, aturan lokal, dokumen perjalanan, dan asuransi sebagai bagian dari persiapan sebelum bepergian.

2. Jangan Menyepelekan Dokumen Perjalanan

Paspor, visa jika diperlukan, tiket, bukti pemesanan akomodasi, dan dokumen penting lainnya sebaiknya dipersiapkan jauh sebelum keberangkatan.

Jangan hanya menyimpan semuanya dalam satu tempat.



Buat salinan dokumen penting dan simpan secara terpisah. U.S. Department of State juga menyarankan traveler membuat salinan dokumen perjalanan dan meninggalkan salah satunya kepada orang yang dipercaya.

Untuk perjalanan internasional, periksa pula masa berlaku paspor dan persyaratan negara tujuan. Jangan sampai perjalanan terganggu hanya karena dokumen tidak memenuhi ketentuan.

3. Pilih Penginapan dengan Pertimbangan Keamanan

Harga murah memang menarik, tetapi lokasi dan kondisi akomodasi juga perlu diperhatikan.

Sebelum memesan, lihat ulasan dari traveler lain dan perhatikan apakah ada keluhan terkait keamanan, akses menuju penginapan, lingkungan sekitar, atau kondisi kamar.

Smartraveller menyarankan solo traveler merencanakan akomodasi terlebih dahulu dan tidak membiarkan dirinya berada dalam situasi tanpa tempat menginap yang aman.



Setelah tiba, periksa apakah pintu kamar dapat dikunci dengan baik dan apakah fasilitas komunikasi di tempat tersebut berfungsi.

Jika menemukan sesuatu yang membuat tidak nyaman, jangan ragu menghubungi pihak penginapan untuk meminta bantuan atau mencari alternatif.

4. Rencanakan Transportasi dari Awal

Salah satu situasi yang cukup merepotkan saat solo traveling adalah tiba di sebuah kota tanpa mengetahui bagaimana cara menuju penginapan.

Karena itu, cari tahu pilihan transportasi dari bandara, stasiun, terminal, atau pelabuhan menuju tempat menginap sebelum berangkat.

Jika memungkinkan, atur transportasi kedatangan terlebih dahulu, terutama ketika tiba di kota yang belum pernah dikunjungi.



Smartraveller juga menyarankan traveler mempertimbangkan waktu kedatangan. Tiba pada siang hari dapat membuat proses mencari penginapan dan mengenali lingkungan sekitar menjadi lebih mudah dibandingkan tiba larut malam.

5. Beri Tahu Orang Terpercaya

Bepergian sendiri bukan berarti harus merahasiakan seluruh perjalanan.

Berikan informasi mengenai rencana perjalanan kepada keluarga atau teman yang dipercaya. Informasi tersebut dapat mencakup jadwal perjalanan, nama penginapan, nomor penerbangan atau transportasi, serta cara menghubungi diri sendiri.

Smartraveller secara khusus menyarankan solo traveler membagikan itinerary dan informasi penting seperti detail akomodasi, paspor, visa, asuransi perjalanan, serta kontak darurat kepada orang terpercaya.

Jika memungkinkan, sepakati juga waktu untuk saling memberi kabar.



Dengan begitu, orang di rumah tidak hanya mengetahui bahwa kamu sedang bepergian, tetapi juga memiliki gambaran mengenai keberadaanmu.

6. Siapkan Kontak Darurat

Jangan mengandalkan ingatan ketika berada dalam keadaan panik.

Simpan nomor polisi, layanan medis, penginapan, kontak keluarga, serta nomor kedutaan atau konsulat jika bepergian ke luar negeri.

Simpan informasi tersebut di ponsel dan, sebagai cadangan, tuliskan atau cetak beberapa nomor penting. Smartraveller merekomendasikan solo traveler membawa daftar kontak darurat karena perangkat elektronik bisa saja tidak dapat digunakan.

Selain nomor telepon, catat pula alamat tempat menginap. Informasi ini akan sangat membantu ketika membutuhkan bantuan atau harus menjelaskan lokasi kepada pengemudi.



7. Siapkan Dana Cadangan

Mengatur anggaran bukan hanya soal menentukan berapa banyak uang yang boleh dihabiskan untuk makanan atau oleh-oleh.

Solo traveler juga sebaiknya mempunyai dana cadangan untuk kondisi tidak terduga.

Misalnya, penerbangan tertunda, harus membeli tiket transportasi baru, kehilangan barang, membutuhkan penginapan tambahan, atau menghadapi kebutuhan medis.

Sebaiknya jangan menyimpan seluruh uang dalam satu tempat. Gunakan kombinasi metode pembayaran dan simpan cadangan secara aman.

Jika menggunakan kartu, periksa pula apakah kartu tersebut dapat digunakan di negara tujuan dan bagaimana cara menghubungi bank ketika terjadi masalah.



8. Pertimbangkan Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan bukan sekadar tambahan ketika hendak bepergian ke luar negeri.

Cakupan setiap polis berbeda, sehingga traveler perlu membaca ketentuannya dengan teliti. Beberapa produk dapat mencakup kondisi seperti biaya medis tertentu, pembatalan atau gangguan perjalanan, hingga evakuasi medis, tergantung pada polis.

U.S. Department of State merekomendasikan traveler mempertimbangkan asuransi perjalanan dan memeriksa secara detail apa saja yang ditanggung maupun yang tidak ditanggung.

Jangan hanya melihat harga premi. Perhatikan batas pertanggungan, pengecualian, prosedur klaim, serta aktivitas yang dilakukan selama perjalanan.

9. Jangan Membawa Barang Berlebihan

Solo traveling berarti semua barang yang dibawa harus diurus sendiri.



Tas yang terlalu berat justru dapat menyulitkan ketika berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Bawalah barang yang benar-benar dibutuhkan. Dokumen, uang, obat pribadi jika diperlukan, pakaian yang sesuai cuaca, perlengkapan komunikasi, dan kebutuhan dasar sebaiknya menjadi prioritas.

Barang berharga juga perlu dijaga dengan baik. Panduan perjalanan untuk Indonesia dari U.S. Department of State mengingatkan traveler untuk menjaga paspor, kartu bank, dan barang bawaan.

10. Jangan Mengabaikan Kondisi Cuaca

Cuaca dapat mengubah rencana perjalanan dengan cepat.

Sebelum berangkat, periksa prakiraan cuaca dan perhatikan peringatan dari otoritas setempat, terutama jika akan melakukan aktivitas luar ruangan.



Hal ini menjadi semakin penting ketika perjalanan melibatkan daerah pegunungan, laut, kawasan yang rawan banjir, atau lokasi dengan potensi bencana alam.

Informasi terbaru sebaiknya diperiksa kembali menjelang aktivitas, bukan hanya ketika membuat itinerary beberapa minggu sebelumnya.

11. Kenali Kebiasaan dan Aturan Lokal

Setiap daerah memiliki kebiasaan yang berbeda.

Cara berpakaian, aturan mengambil foto, etika ketika memasuki tempat ibadah, penggunaan transportasi, hingga aturan mengenai makanan atau minuman dapat berbeda dari tempat asal.

Mempelajari kebiasaan lokal bukan hanya bentuk penghormatan, tetapi juga membantu menghindari kesalahpahaman.



Panduan perjalanan resmi juga menyarankan traveler mempelajari hukum dan kebiasaan setempat sebelum bepergian.

12. Simpan Peta dan Informasi Penting Secara Offline

Koneksi internet tidak selalu tersedia.

Ada kemungkinan sinyal buruk, kuota habis, ponsel bermasalah, atau jaringan mengalami gangguan.

Karena itu, simpan informasi penting secara offline. Misalnya alamat penginapan, tiket, nomor reservasi, peta area, serta beberapa informasi transportasi.

Jika tersesat, setidaknya kamu masih mempunyai informasi dasar yang dapat digunakan untuk mencari bantuan.



13. Jangan Terlalu Terbuka kepada Orang yang Baru Dikenal

Solo traveling memberikan banyak kesempatan untuk bertemu orang baru.

Berkenalan dengan traveler lain atau penduduk setempat tentu bisa menjadi bagian menarik dari perjalanan. Namun, tetap diperlukan batasan mengenai informasi pribadi yang dibagikan.

Tidak semua orang yang terlihat ramah harus langsung dipercaya.

Smartraveller menyarankan solo traveler berhati-hati terhadap orang asing yang terlalu mendekati atau mencoba mengisolasi mereka dari tempat ramai. Jika merasa tidak nyaman, tetap berada di area publik dan cari bantuan.

14. Hindari Area Sepi, Terutama pada Malam Hari

Saat bepergian sendiri, pilihan waktu dan lokasi perlu diperhatikan.



Jalan kaki sendirian di tempat yang sepi atau tidak dikenal pada malam hari dapat meningkatkan risiko menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

Panduan Smartraveller menyarankan solo traveler menghindari area terisolasi dan berhati-hati ketika bepergian pada malam hari.

Jika harus bepergian malam, pilih transportasi resmi atau layanan yang reputasinya jelas dan beri tahu orang terpercaya mengenai rute yang ditempuh.

15. Siapkan Rencana B

Itinerary yang sudah dibuat dengan rapi tetap bisa berubah.

Pesawat dapat terlambat, tempat wisata bisa tutup, cuaca dapat memburuk, atau transportasi mengalami gangguan.



Karena itu, jangan membuat jadwal yang terlalu padat tanpa memberikan ruang untuk perubahan.

Siapkan alternatif untuk penginapan, transportasi, aktivitas, dan dana. Dengan adanya rencana cadangan, masalah kecil tidak harus langsung berubah menjadi kepanikan.

16. Kenali Batas Kemampuan Diri

Solo traveling bukan kompetisi untuk membuktikan bahwa seseorang mampu melakukan semuanya sendirian.

Jika kondisi tubuh lelah, jangan memaksakan diri hanya demi mengikuti jadwal.

Begitu pula dengan aktivitas yang memiliki risiko tinggi. Pelajari terlebih dahulu standar keselamatan dan kondisi penyedia layanan sebelum mengikuti aktivitas seperti menyelam, mendaki, berperahu, atau olahraga ekstrem.



Persiapan yang baik justru berarti mengetahui kapan harus melanjutkan perjalanan dan kapan perlu mengubah rencana.

Kesimpulan

Solo traveling memang memberikan pengalaman berbeda. Kamu bisa lebih bebas menentukan tujuan, mengatur waktu, dan belajar mengambil keputusan sendiri.

Namun, perjalanan seorang diri membutuhkan persiapan yang lebih matang. Riset destinasi, dokumen lengkap, akomodasi yang dipertimbangkan dengan baik, transportasi yang direncanakan, dana cadangan, asuransi jika diperlukan, serta kontak darurat merupakan beberapa hal yang sebaiknya disiapkan sebelum berangkat.

Yang tidak kalah penting, beri tahu orang terpercaya mengenai itinerary dan lakukan check-in secara berkala selama perjalanan.

Jadi, solo traveling bukan sekadar soal keberanian meninggalkan rumah sendirian. Perjalanan yang lebih nyaman justru dimulai dari persiapan yang dilakukan sebelum kaki melangkah ke destinasi.