Berat Badan Berlebih Bisa Membebani Lutut, Kenali Risiko Osteoartritis
RAU - Tuesday, 22 September 2026 | 08:03 PM


Obesitas dapat memberikan dampak pada berbagai bagian tubuh, termasuk persendian. Lutut menjadi salah satu sendi yang menerima beban cukup besar ketika seseorang berdiri, berjalan, atau melakukan aktivitas sehari-hari. Semakin besar berat badan, semakin besar pula beban yang harus ditopang lutut.
Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya risiko osteoartritis (OA) lutut, yaitu gangguan sendi kronis yang berkembang secara bertahap dan dapat menyebabkan nyeri serta keterbatasan gerak.
Pengaruh obesitas terhadap lutut tidak hanya berasal dari tekanan mekanis. Jaringan lemak juga dapat menghasilkan berbagai zat yang berkaitan dengan proses peradangan sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan sendi.
Salah satu bagian penting dalam pengelolaan OA lutut pada orang dengan obesitas adalah menjaga berat badan. Penurunan berat badan sekitar 10 persen dilaporkan dapat membantu memperbaiki gejala pada sebagian orang dengan obesitas dan OA lutut, termasuk nyeri dan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.
Namun, menurunkan berat badan tidak selalu mudah, terutama ketika nyeri lutut membuat seseorang sulit bergerak. Karena itu, aktivitas fisik sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh dan dimulai secara bertahap.
Latihan berdampak rendah atau low-impact dapat menjadi pilihan awal bagi orang yang mengalami masalah lutut. Aktivitas seperti berjalan dengan intensitas sesuai kemampuan, bersepeda statis, atau latihan di air dapat dipertimbangkan berdasarkan kondisi masing-masing dan saran tenaga kesehatan.
Selain latihan aerobik, latihan kekuatan juga penting untuk membantu mempertahankan massa otot. Penurunan berat badan yang hanya mengandalkan pembatasan makanan tanpa aktivitas fisik berisiko menyebabkan massa otot ikut berkurang.
Program olahraga sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak memaksakan tubuh. Bagi orang dengan obesitas dan OA lutut, jenis serta intensitas latihan perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, tingkat nyeri, dan kemampuan fisik.
Pada akhirnya, penanganan OA lutut tidak hanya berfokus pada berat badan. Pola makan, aktivitas fisik, pengelolaan nyeri, serta penanganan medis bila diperlukan perlu dipertimbangkan secara menyeluruh sesuai kondisi masing-masing pasien.
Next News

Kebanyakan Main HP Jangan Dianggap Sepele, Ini Dampaknya pada Tubuh
in 6 hours

Protein Anak Tak Harus Mahal, Ini Cara Memenuhi Nutrisi dengan Anggaran Terbatas
in 6 hours

Kekurangan Zat Besi pada Anak, Ini Dampaknya bagi Otak dan Tumbuh Kembang
in 6 hours

Mau Beli Suplemen Kolagen? 6 Hal Ini Wajib Diperhatikan Sebelum Membeli
in 6 hours

7 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Membantu Hidup Lebih Terarah dan Produktif
in 5 hours

7 Ciri Anak yang Terlalu Dimanjakan, Bukan Cuma Soal Sering Dituruti
in 5 hours

6 Ciri-Ciri Anjing Rabies yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sembarangan Mendekat
in 5 hours

Kapan Waktu Terbaik Minum Susu? Ternyata Tidak Harus Malam Hari
in 5 hours

Anak Digigit Nyamuk, Bentol dan Gatal? Begini Cara Meredakannya
in 5 hours

Kucing Menjilati Sesamanya Tak Selalu Tanda Kasih Sayang
7 hours ago





