Kamis, 8 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Bayi Juga Bisa Cegukan, Kondisi Ini Umumnya Terjadi Secara Alami

Tata - Thursday, 08 October 2026 | 05:50 PM

Background
Bayi Juga Bisa Cegukan, Kondisi Ini Umumnya Terjadi Secara Alami

Cegukan merupakan kondisi yang tidak hanya dialami orang dewasa. Bayi juga dapat mengalaminya, bahkan cegukan pada bayi termasuk kejadian yang cukup umum. Suara "hik" yang muncul berulang kali terkadang membuat orang tua khawatir, terutama jika bayi masih sangat kecil.

Pada umumnya, cegukan terjadi karena adanya kontraksi tiba-tiba dan tidak disengaja pada diafragma. Diafragma merupakan otot berbentuk seperti lembaran yang berada di bawah paru-paru dan memiliki peran penting dalam proses pernapasan.

Ketika diafragma mengalami kontraksi secara mendadak, pita suara dapat menutup dengan cepat. Proses inilah yang menghasilkan suara khas cegukan. Setelah beberapa kali kontraksi, cegukan biasanya akan berhenti dengan sendirinya.

Pada bayi, cegukan dapat muncul dalam berbagai situasi. Salah satunya setelah menyusu. Ketika bayi minum, terutama jika minum cukup cepat atau menelan banyak udara, kondisi tersebut dapat membuat diafragma mengalami rangsangan sehingga cegukan muncul.

Perut bayi yang masih berukuran kecil juga membuat mereka lebih mudah mengalami perubahan setelah menyusu. Jika bayi minum terlalu banyak dalam satu waktu, perut dapat terasa penuh dan kondisi tersebut mungkin ikut memicu cegukan pada sebagian bayi.



Cegukan juga dapat terjadi ketika bayi mengalami perubahan aktivitas atau rangsangan tertentu. Namun, tidak selalu ada penyebab yang dapat diketahui dengan pasti setiap kali bayi mengalami cegukan.

Hal yang perlu diketahui orang tua adalah cegukan pada bayi tidak selalu menunjukkan adanya masalah kesehatan. Jika bayi tetap aktif, dapat menyusu dengan baik, bernapas normal, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, cegukan yang berlangsung sementara umumnya bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan.

Cegukan bahkan dapat terjadi ketika bayi sedang tidur. Dalam kondisi seperti ini, orang tua tidak perlu langsung membangunkan bayi hanya karena mendengar suara cegukan, selama bayi terlihat nyaman dan tidak mengalami gangguan pernapasan.

Jika cegukan muncul setelah menyusu, orang tua dapat membantu bayi bersendawa dengan cara yang aman. Bayi dapat digendong dalam posisi tegak sambil menopang kepala dan lehernya. Setelah itu, punggung bayi dapat ditepuk atau dielus secara lembut.

Memberikan jeda ketika menyusu juga dapat membantu apabila bayi cenderung minum terlalu cepat. Orang tua dapat memperhatikan tanda-tanda bayi sudah cukup minum dan tidak memaksanya menghabiskan susu.



Namun, bayi tidak dianjurkan diberikan air putih, gula, atau bahan makanan tertentu hanya untuk menghentikan cegukan, terutama pada bayi yang masih berusia di bawah enam bulan. Pada usia tersebut, kebutuhan cairan bayi umumnya dipenuhi melalui ASI atau susu formula sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Orang tua juga sebaiknya tidak mencoba cara-cara untuk menghentikan cegukan yang dapat membuat bayi kaget atau kesulitan bernapas. Bayi memiliki sistem tubuh yang masih berkembang sehingga penanganan sebaiknya dilakukan dengan cara yang lembut dan aman.

Meskipun umumnya normal, ada kondisi tertentu yang perlu diperhatikan. Jika cegukan sangat sering dan tampak mengganggu bayi, berlangsung terus-menerus, atau disertai muntah berulang, sulit menyusu, batuk, kesulitan bernapas, bayi tampak sangat rewel, atau berat badan sulit bertambah, orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Keluhan tersebut tidak berarti cegukan menjadi penyebabnya. Namun, kombinasi gejala tersebut dapat menjadi tanda bahwa bayi membutuhkan penilaian lebih lanjut untuk mengetahui apakah terdapat masalah lain, misalnya gangguan pada proses menyusu atau kondisi kesehatan tertentu.

Cegukan juga berbeda dengan tersedak atau gangguan pernapasan. Saat bayi cegukan, suara "hik" biasanya muncul karena kontraksi diafragma. Jika bayi justru kesulitan bernapas, berubah warna menjadi kebiruan, tidak dapat menangis atau bersuara seperti biasanya, atau tampak tersedak, kondisi tersebut membutuhkan pertolongan segera.



Pada akhirnya, cegukan merupakan salah satu fenomena alami yang dapat dialami bayi. Selama bayi tetap terlihat sehat, dapat bernapas dan menyusu dengan baik, serta cegukan berhenti sendiri, kondisi tersebut umumnya tidak perlu membuat orang tua panik.

Dengan memahami penyebab dan tanda-tanda yang perlu diperhatikan, orang tua dapat lebih tenang ketika bayi mengalami cegukan. Yang paling penting bukan sekadar menghentikan cegukan, melainkan memastikan bayi tetap nyaman, aman, dan tidak menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan.