Batuk Tak Kunjung Sembuh? Kenali 5 Gejala TBC yang Perlu Diwaspadai
RAU - Saturday, 12 September 2026 | 04:15 PM


Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penyakit ini dapat berkembang tanpa disadari karena gejalanya terkadang muncul secara perlahan.
Meski pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk memastikan diagnosis, beberapa tanda awal dapat menjadi alasan untuk lebih waspada, terutama jika muncul secara bersamaan atau berlangsung cukup lama.
Berikut lima gejala TBC yang perlu diperhatikan:
1. Batuk lebih dari dua minggu
Batuk yang berlangsung lama, terutama lebih dari dua minggu, perlu mendapat perhatian. Batuk dapat disertai dahak dan pada kondisi tertentu bisa terdapat darah.
Namun, batuk berkepanjangan tidak selalu berarti TBC karena dapat disebabkan berbagai kondisi lain.
2. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
Penurunan berat badan tanpa perubahan pola makan atau aktivitas yang jelas dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa. Pada TBC, kondisi tersebut dapat terjadi karena infeksi yang berlangsung cukup lama dan memengaruhi kondisi tubuh.
3. Demam dan keringat pada malam hari
Demam ringan yang berulang serta sering berkeringat pada malam hari dapat menjadi salah satu gejala TBC. Keluhan ini perlu lebih diperhatikan jika muncul bersamaan dengan batuk berkepanjangan atau penurunan berat badan.
4. Tubuh mudah lelah
Infeksi yang berlangsung dalam waktu lama dapat membuat tubuh terasa lemah dan mudah lelah. Jika rasa lelah terjadi terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya jangan diabaikan.
5. Nafsu makan menurun
Penurunan nafsu makan juga dapat terjadi pada penderita TBC. Jika berlangsung cukup lama danSelain mengenali gejala, penting untuk mengetahui apakah Anda pernah melakukan kontak erat dengan orang yang menderita TBC aktif. Risiko paparan dapat meningkat ketika seseorang tinggal serumah atau sering berada dalam ruangan tertutup bersama penderita yang disertai penurunan berat badan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Waspadai Riwayat Kontak dengan Penderita TBC
Selain mengenali gejala, penting untuk mengetahui apakah Anda pernah melakukan kontak erat dengan orang yang menderita TBC aktif. Risiko paparan dapat meningkat ketika seseorang tinggal serumah atau sering berada dalam ruangan tertutup bersama penderita yang belum mendapatkan pengobatan efektif.
TBC menular melalui udara ketika penderita TBC paru atau saluran pernapasan melepaskan bakteri ke udara, misalnya saat batuk atau berbicara.
Jangan Takut Memeriksakan Diri
Gejala-gejala tersebut tidak dapat digunakan untuk memastikan seseorang terkena TBC. Diagnosis membutuhkan pemeriksaan medis, yang dapat mencakup pemeriksaan dahak, tes molekuler, rontgen dada, atau pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien.
Jika mengalami batuk yang menetap, terutama lebih dari dua minggu, atau memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
TBC dapat diobati, tetapi pengobatan harus dilakukan sesuai regimen yang diberikan dan diselesaikan sampai tuntas. Menghentikan obat lebih awal dapat meningkatkan risiko kegagalan pengobatan dan resistansi obat.
Next News

Jalan Kaki Setelah Makan, Ini yang Terjadi pada Tubuh dan Manfaatnya
in 6 hours

Berapa Kali Sebaiknya Cuci Muka dalam Sehari? Ini Waktu yang Ideal
in 5 hours

Usia 50 Tahun Masih Boleh Makan Daging Kambing? Ini Penjelasannya
in 5 hours

6 Daun untuk Bantu Atasi Susah BAB, Mana yang Paling Efektif?
in 5 hours

Minum Kopi Hitam Setiap Hari, Ini Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
in 5 hours

Pengaruh Pola Tidur terhadap Kesehatan dan Kecantikan Kulit
in 3 hours

Perbandingan Minuman Bersoda dan Minuman Alami bagi Tubuh
in 4 hours

Manfaat Sayuran Hijau bagi Kesehatan Tubuh
in 4 hours

Dampak Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji bagi Kesehatan
in 4 hours

Pengaruh Pertemanan terhadap Perilaku dan Kepribadian Remaja
in 4 hours





