Selasa, 13 Oktober 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Kita Menahan Bersin?

Laila - Thursday, 01 October 2026 | 09:06 AM

Background
Apa yang Sebenarnya Terjadi Saat Kita Menahan Bersin?

Bersin merupakan salah satu respons alami tubuh ketika hidung atau saluran pernapasan mengalami iritasi. Debu, asap, serbuk sari, bulu hewan, hingga partikel tertentu dapat memicu refleks bersin. Namun, dalam situasi tertentu seseorang mungkin berusaha menahan bersin, misalnya ketika sedang berada di tempat umum atau dalam suasana yang membutuhkan ketenangan.

Ketika bersin ditahan, tubuh sebenarnya tetap menjalankan dorongan untuk mengeluarkan udara secara cepat melalui hidung dan mulut. Bedanya, aliran udara tersebut berusaha dihentikan sehingga tekanan yang biasanya dilepaskan saat bersin dapat tertahan di dalam saluran pernapasan.

Bersin sendiri terjadi melalui mekanisme refleks. Saat reseptor di dalam hidung mendeteksi adanya iritasi, sinyal dikirim ke otak untuk memicu respons bersin. Tubuh kemudian mengoordinasikan sejumlah otot, termasuk otot pernapasan, sehingga udara dapat dikeluarkan dengan cepat untuk membantu membersihkan saluran hidung dari iritan.

Saat bersin tidak ditahan, udara dan partikel yang mengganggu dapat terdorong keluar. Sebaliknya, menutup hidung dan mulut rapat-rapat ketika bersin dapat membuat tekanan tidak memiliki jalur pelepasan yang normal.

Tekanan tersebut dapat dirasakan sebagai sensasi tidak nyaman pada hidung, telinga, tenggorokan, atau bagian kepala. Pada sebagian orang, menahan bersin juga dapat menyebabkan telinga terasa penuh atau berdenging sementara karena adanya perubahan tekanan di sekitar saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan.

Meski begitu, bukan berarti setiap kali seseorang menahan bersin akan langsung mengalami cedera. Risiko yang lebih perlu diperhatikan adalah ketika bersin ditahan dengan sangat kuat, terutama dengan cara menjepit hidung sekaligus menutup mulut sehingga udara benar-benar tidak dapat keluar.



Dalam kondisi tertentu, tekanan yang meningkat secara tiba-tiba dapat menyebabkan cedera pada bagian tubuh yang sensitif. Kasus seperti kerusakan gendang telinga, pembuluh darah kecil yang pecah, atau cedera pada jaringan tenggorokan pernah dilaporkan dalam literatur medis, meskipun kejadian tersebut tergolong jarang.

Karena itu, menahan bersin dengan menutup hidung dan mulut secara rapat bukanlah kebiasaan yang dianjurkan. Jika seseorang perlu mengendalikan penyebaran percikan ketika bersin, cara yang lebih aman adalah membiarkan bersin keluar sambil menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau bagian dalam siku.

Menjaga kebersihan tangan juga penting karena bersin dapat membawa droplet dan partikel dari saluran pernapasan. Setelah menggunakan tisu untuk menutup bersin, tisu sebaiknya segera dibuang dan tangan dicuci dengan sabun.

Pada dasarnya, bersin merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang normal. Dorongan untuk bersin muncul karena tubuh sedang berusaha membersihkan saluran hidung dari sesuatu yang dianggap mengganggu. Oleh sebab itu, daripada menghentikannya secara paksa, bersin sebaiknya dikeluarkan dengan cara yang tetap memperhatikan kebersihan dan orang-orang di sekitar.

Jika seseorang mengalami bersin yang sangat sering, disertai sesak napas, demam, nyeri dada, perdarahan, atau gejala lain yang mengkhawatirkan, kondisi tersebut sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai refleks bersin biasa dan perlu mendapatkan perhatian medis.