Apa Perbedaan Ubi Jalar dan Singkong dari Segi Kandungan Gizi? Ini Faktanya
Tata - Wednesday, 28 October 2026 | 05:47 PM


Apa Perbedaan Ubi Jalar dan Singkong dari Segi Kandungan Gizi?
Ubi jalar dan singkong merupakan dua jenis umbi-umbian yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Keduanya dapat diolah menjadi berbagai makanan, seperti rebusan, gorengan, keripik, kolak, hingga tepung untuk bahan pangan.
Meski terlihat serupa sebagai sumber karbohidrat, ubi jalar dan singkong memiliki karakteristik kandungan gizi yang berbeda. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari kandungan energi, serat, vitamin, mineral, serta senyawa alami yang terdapat di dalamnya.
Lantas, mana yang lebih baik untuk kesehatan? Jawabannya bergantung pada kebutuhan gizi, jenis umbi, cara pengolahan, dan makanan lain yang dikonsumsi bersamanya.
1. Kandungan Karbohidrat dan Energi
Ubi jalar dan singkong sama-sama mengandung karbohidrat yang digunakan tubuh sebagai sumber energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Singkong umumnya memiliki kandungan karbohidrat dan energi yang relatif tinggi per 100 gram bagian yang dapat dimakan, terutama jika dibandingkan dengan ubi jalar rebus dalam kondisi yang sama. Namun, angka pastinya bergantung pada varietas dan kadar air bahan.
Ubi jalar juga menyediakan karbohidrat, tetapi kandungan airnya dapat membuat energi per gram berbeda dari singkong. Kedua umbi ini dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat selain nasi, tergantung pada porsi dan kebutuhan individu.
Perlu diperhatikan bahwa cara memasak memengaruhi jumlah energi dalam hidangan. Ubi atau singkong yang digoreng dengan minyak akan memiliki kandungan lemak dan energi lebih tinggi dibandingkan versi rebus tanpa tambahan minyak.
2. Kandungan Serat untuk Pencernaan
Serat merupakan komponen makanan yang membantu menjaga fungsi pencernaan. Ubi jalar dan singkong sama-sama mengandung serat, meskipun jumlahnya dapat berbeda berdasarkan varietas, bagian yang dikonsumsi, dan metode pengolahan.
Serat membantu mendukung keteraturan buang air besar dan dapat memberikan rasa kenyang. Ubi jalar yang dikonsumsi bersama kulitnya setelah dicuci dan dimasak dengan benar dapat menyediakan serat tambahan.
Singkong juga menyumbang serat, tetapi pengolahannya sering melibatkan pengupasan kulit dan terkadang pembuatan tepung. Proses tersebut dapat mengubah jumlah serat yang tersisa dalam produk akhir.
Untuk memperoleh manfaat serat, kedua jenis umbi sebaiknya dikonsumsi bersama sumber pangan lain, seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
3. Ubi Jalar Lebih Dikenal karena Beta-Karoten
Salah satu perbedaan penting antara kedua umbi ini adalah kandungan beta-karoten. Senyawa ini merupakan pigmen alami yang memberikan warna oranye pada beberapa varietas ubi jalar.
Tubuh dapat mengubah beta-karoten menjadi vitamin A sesuai kebutuhan. Vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan mata, mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, dan membantu mempertahankan kesehatan jaringan.
Ubi jalar berdaging oranye umumnya merupakan sumber beta-karoten yang baik. Sementara itu, kandungannya pada ubi jalar berdaging putih atau ungu dapat berbeda, karena warna ungu terutama berkaitan dengan antosianin.
Singkong tidak dikenal sebagai sumber beta-karoten setinggi ubi jalar oranye. Karena itu, untuk menambah asupan provitamin A, ubi jalar oranye dapat menjadi pilihan yang bermanfaat.
4. Perbedaan Kandungan Vitamin dan Mineral
Ubi jalar mengandung sejumlah vitamin dan mineral, termasuk vitamin C, kalium, serta beberapa vitamin B. Jumlahnya bervariasi menurut varietas dan cara pengolahan.
Singkong juga menyediakan mineral, terutama kalium, serta sejumlah vitamin C dan folat. Namun, pengolahan dan penyimpanan dapat mengurangi sebagian vitamin yang sensitif terhadap panas atau kondisi lingkungan.
Vitamin C membantu pembentukan kolagen dan meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan nabati. Kalium berperan dalam fungsi otot, saraf, serta pengaturan keseimbangan cairan tubuh.
Tidak ada satu umbi yang unggul dalam semua zat gizi. Mengonsumsi beragam sumber pangan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi secara lebih lengkap.
5. Senyawa Alami yang Memberikan Manfaat Berbeda
Selain vitamin dan mineral, ubi jalar dan singkong mengandung senyawa alami yang berbeda.
Varietas ubi jalar ungu mengandung antosianin, yaitu pigmen yang memiliki aktivitas antioksidan dalam penelitian. Sementara itu, ubi jalar oranye kaya akan beta-karoten.
Singkong juga mengandung komponen tumbuhan, tetapi perhatian khusus perlu diberikan pada senyawa sianogenik alami yang terdapat pada beberapa varietas. Senyawa ini dapat melepaskan sianida jika singkong tidak diolah dengan benar.
Karena itu, singkong harus dikupas dan diproses serta dimasak secara tepat sesuai jenisnya. Jangan mengonsumsi singkong mentah atau menganggap semua varietas aman tanpa pengolahan yang memadai.
6. Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Berat Badan?
Ubi jalar maupun singkong dapat dimasukkan ke dalam pola makan untuk menjaga berat badan. Tidak ada satu jenis umbi yang secara otomatis menyebabkan penurunan berat badan.
Faktor yang lebih menentukan adalah porsi, total asupan energi, cara memasak, dan keseimbangan makanan secara keseluruhan.
Ubi jalar rebus dapat menjadi pilihan karena menyediakan karbohidrat, serat, dan berbagai zat gizi. Singkong rebus juga dapat memberikan energi dan membantu memenuhi kebutuhan karbohidrat.
Jika sedang mengatur berat badan, utamakan pengolahan dengan cara direbus atau dikukus, perhatikan ukuran porsi, serta lengkapi hidangan dengan protein dan sayuran. Menggoreng dengan banyak minyak atau menambahkan gula dan santan dalam jumlah besar dapat meningkatkan kandungan energi hidangan.
7. Cara Mengolah Ubi Jalar dan Singkong agar Lebih Sehat
Cara pengolahan dapat memengaruhi nilai gizi dan keamanan kedua jenis umbi. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih ubi dan singkong yang masih baik: Hindari bahan yang membusuk atau menunjukkan perubahan kondisi yang mencurigakan.
- Kupas singkong dengan benar: Singkong perlu dikupas dan diolah dengan tepat untuk mengurangi senyawa sianogenik alaminya.
- Masak hingga matang: Jangan mengonsumsi singkong mentah atau setengah matang.
- Utamakan rebus atau kukus: Cara ini dapat mengurangi kebutuhan minyak tambahan dibandingkan menggoreng.
- Kombinasikan dengan makanan lain: Tambahkan lauk berprotein, sayuran, dan sumber lemak sehat agar menu lebih seimbang.
- Sesuaikan porsi: Kebutuhan energi setiap orang berbeda menurut usia, aktivitas, dan kondisi kesehatannya.
Dengan pengolahan yang tepat, ubi jalar dan singkong dapat menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan bergizi.
Kesimpulan
Ubi jalar dan singkong sama-sama merupakan sumber karbohidrat, tetapi memiliki keunggulan gizi yang berbeda. Ubi jalar berdaging oranye dikenal karena kandungan beta-karotennya, sedangkan singkong merupakan sumber karbohidrat yang dapat menyediakan energi dalam jumlah cukup tinggi.
Keduanya juga mengandung serat, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang bervariasi. Untuk mendapatkan manfaat terbaik, pilih cara memasak yang sesuai, perhatikan porsi, dan padukan umbi dengan makanan bergizi lainnya.
Khusus singkong, pengolahan yang benar sangat penting untuk mengurangi senyawa sianogenik alami yang dapat membahayakan kesehatan. Dengan memperhatikan aspek gizi dan keamanan, kedua umbi ini dapat menjadi pilihan pangan yang bermanfaat.
Next News

Mengapa Susu Oat dan Susu Kedelai Sering Digunakan sebagai Alternatif Latte?
5 hours ago

Mengapa Cabai Kecil Terkadang Lebih Pedas daripada Cabai Besar?
6 hours ago

Mengapa Bawang Bombay Mentah Terasa Lebih Tajam daripada yang Sudah Dimasak?
7 hours ago

Bawang Bombay Putih, Kuning, dan Merah, Apa Perbedaan Rasa dan Penggunaannya?
7 hours ago

Apakah Puding Agar-Agar Mengandung Serat? Ini Manfaatnya bagi Pencernaan
in 5 hours

Apakah Makan Cabai Setiap Hari Baik untuk Kesehatan? Ini Penjelasannya
in 5 hours

Capsaicin dalam Cabai, Senyawa yang Membuat Lidah Terasa Terbakar
7 hours ago

Mengapa Rasa Air Jeruk Bisa Berubah Setelah Dipanaskan? Ini Penjelasan Ilmiahnya
in 5 hours

Mengapa Barista Bisa Membuat Gambar Hati di Atas Secangkir Latte?
7 hours ago

Apa Itu Isoflavon dalam Kedelai dan Bagaimana Pengaruhnya bagi Tubuh?
in 5 hours





