Selasa, 7 April 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

Anak Terlihat Baik Baik Saja? Belum Tentu Tanda Depresi pada Anak dan Remaja yang Sering Tidak Disadari Orang Tua

Liaa - Tuesday, 07 April 2026 | 10:45 PM

Background
Anak Terlihat Baik Baik Saja? Belum Tentu Tanda Depresi pada Anak dan Remaja yang Sering Tidak Disadari Orang Tua

Ketika Anak Tampak Baik-Baik Saja

Banyak orang tua merasa anak mereka baik-baik saja selama anak tersebut masih bersekolah, masih berbicara dengan keluarga, atau masih terlihat aktif di media sosial.

Namun para psikolog menjelaskan bahwa depresi pada anak dan remaja sering kali tidak terlihat secara langsung.

Menurut American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, depresi pada remaja sering muncul dalam bentuk perubahan perilaku, bukan hanya kesedihan yang jelas terlihat.

Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap perubahan kecil dalam sikap dan kebiasaan anak.



1. Anak Menjadi Lebih Pendiam atau Menarik Diri

Salah satu tanda awal depresi pada anak adalah menarik diri dari lingkungan sosial.

Anak yang sebelumnya aktif bersama teman atau keluarga mungkin mulai:

•lebih sering menyendiri

•menghindari percakapan



•menolak ikut kegiatan keluarga

•jarang bertemu teman

Psikolog menjelaskan bahwa perilaku ini sering terjadi karena anak merasa lelah secara emosional atau merasa tidak dipahami oleh orang lain.

2. Mudah Marah atau Sensitif Berlebihan

Banyak orang mengira depresi selalu identik dengan kesedihan. Namun pada anak dan remaja, depresi sering muncul sebagai kemarahan atau iritabilitas.



Anak mungkin terlihat:

•mudah tersinggung

•cepat marah

•bereaksi berlebihan terhadap hal kecil

•sering merasa frustrasi



Menurut penelitian dalam Journal of Adolescent Health, perubahan emosi seperti ini sering menjadi salah satu tanda depresi pada usia remaja.

3. Kehilangan Minat pada Hal yang Dulu Disukai

Gejala depresi yang cukup umum adalah kehilangan minat atau kesenangan terhadap aktivitas yang sebelumnya disukai.

Misalnya:

•tidak lagi tertarik bermain musik



•berhenti mengikuti kegiatan olahraga

•tidak semangat melakukan hobi

•terlihat bosan atau tidak berenergi

Dalam psikologi kondisi ini disebut anhedonia, yaitu hilangnya kemampuan untuk merasakan kesenangan.

4. Perubahan Pola Tidur dan Nafsu Makan



Perubahan pola tidur dan makan juga sering menjadi indikator kondisi mental seseorang.

Anak yang mengalami depresi mungkin mengalami:

•sulit tidur atau insomnia

•tidur terlalu lama

•kehilangan nafsu makan



•makan berlebihan

Menurut World Health Organization (WHO), perubahan biologis seperti ini sering muncul bersamaan dengan gangguan suasana hati.

5. Nilai Sekolah Menurun atau Sulit Berkonsentrasi

Depresi dapat memengaruhi kemampuan otak untuk berkonsentrasi.

Akibatnya, anak mungkin mengalami:



•kesulitan fokus saat belajar

•mudah lupa

•nilai sekolah menurun

•kehilangan motivasi akademik

Psikolog menjelaskan bahwa tekanan emosional yang berat dapat mengganggu fungsi kognitif seperti perhatian dan memori.



Pentingnya Dukungan dari Orang Tua

Ketika orang tua mulai melihat perubahan-perubahan tersebut, langkah pertama yang paling penting adalah mendengarkan anak tanpa menghakimi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua antara lain:

•mengajak anak berbicara dengan tenang

•menunjukkan empati terhadap perasaan mereka



•mengurangi tekanan berlebihan

•mencari bantuan profesional jika diperlukan

Dengan memahami tanda-tanda ini lebih awal, orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat sebelum kondisi tersebut berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

Kesadaran dan komunikasi yang terbuka dalam keluarga menjadi kunci penting dalam menjaga kesehatan mental anak.

Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor paling penting dalam membantu anak mengatasi tekanan mental.