Rabu, 23 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

6 Ciri-Ciri Anjing Rabies yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sembarangan Mendekat

RAU - Tuesday, 22 September 2026 | 07:36 PM

Background
6 Ciri-Ciri Anjing Rabies yang Perlu Diwaspadai, Jangan Sembarangan Mendekat

Rabies merupakan infeksi virus yang dapat menyerang sistem saraf dan berakibat fatal apabila tidak segera ditangani setelah seseorang terpapar. Anjing merupakan salah satu hewan yang paling sering menjadi sumber penularan rabies kepada manusia di berbagai wilayah.

Virus rabies dapat berpindah melalui air liur hewan yang terinfeksi, terutama lewat gigitan. Cakaran yang terkontaminasi air liur juga dapat menjadi jalur paparan. Selain anjing, beberapa hewan lain seperti kucing, kelelawar, dan monyet juga berpotensi menularkan rabies.

Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah perubahan perilaku secara tiba-tiba. Anjing yang biasanya tenang dapat menjadi sangat gelisah, mudah terangsang, atau menunjukkan perilaku yang berbeda dari biasanya.

Anjing yang mengalami gangguan menelan juga perlu mendapat perhatian. Infeksi rabies dapat memengaruhi sistem saraf dan fungsi otot sehingga hewan kesulitan menelan makanan maupun minuman.

Produksi air liur yang jauh lebih banyak dari biasanya juga dapat muncul. Kondisi ini bisa terlihat seperti anjing terus-menerus mengeluarkan air liur atau mulutnya berbusa.



Pada perkembangan penyakit yang lebih berat, anjing dapat mengalami gangguan koordinasi, kejang, kelemahan, hingga kelumpuhan. Perubahan perilaku berupa agresi juga dapat terjadi, misalnya menggonggong, menggeram, atau mencoba menyerang tanpa pemicu yang jelas.

Istilah "takut air" atau hidrofobia sering dikaitkan dengan rabies. Namun, kondisi tersebut sebenarnya berkaitan dengan gangguan neurologis dan kesulitan menelan, bukan sekadar rasa takut terhadap air.

Penting untuk diingat bahwa satu gejala seperti agresivitas atau banyak mengeluarkan air liur tidak cukup untuk memastikan seekor anjing terkena rabies. Jika menemukan anjing dengan perilaku mencurigakan, jangan mencoba menangkap atau mendekatinya sendiri. Hubungi dokter hewan atau petugas terkait.

Jika seseorang tergigit atau tercakar hewan yang dicurigai rabies, luka sebaiknya segera dicuci dengan sabun dan air mengalir, kemudian segera mencari pertolongan medis untuk mendapatkan penilaian dan penanganan lebih lanjut.