Rabu, 28 Januari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

5 Jenis Sunscreen untuk Kulit Kering, Berminyak, & Sensitif

Nanda - Tuesday, 27 January 2026 | 12:00 PM

Background
5 Jenis Sunscreen untuk Kulit Kering, Berminyak, & Sensitif

Jenis Sunscreen Sesuai Kondisi Kulit: Gak Cuma Tabir Surya, Ada Tips Paling Cocok Buat Kamu

Udah nggak heran kalau banyak orang yang bingung milih sunscreen yang pas. Pikirnya "satu produk aja cukup" biasanya diikuti dengan efek samping yang bikin kulit lemas, jerawat, atau malah lebih gelap. Yang penting, sunscreen bukan sekadar tabir surya, tapi temen setia kesehatan kulit kamu. Yuk, kuliah bareng tentang jenis sunscreen yang sesuai dengan kondisi kulit, diiringi gaya bahasa yang santai tapi tetap jernih.

1. Pahami Dua Jenis Besar: Chemical vs Physical

  • Chemical sunscreen (tabir surya kimia) mengandung bahan aktif seperti avobenzone, oxybenzone, dan homosalate. Bahan ini bekerja dengan menyerap sinar UV lalu mengubahnya jadi panas. Pro dan kontra? Mudah diaplikasikan, tidak meninggalkan bekas putih, tapi kadang memicu iritasi pada kulit sensitif.
  • Physical sunscreen (tabir surya fisik) menggunakan mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide. Bahan ini menciptakan lapisan pelindung yang menolak sinar UV. Kelebihannya aman untuk kulit sensitif dan tidak memicu breakout, namun bisa meninggalkan kilau putih meskipun sekarang banyak produk yang dirancang lebih matte.

Jadi, kalau kulitmu gampang iritasi atau sedang dalam proses penyembuhan luka, pilihan mineral biasanya lebih aman. Untuk kulit yang lebih toleran, chemical bisa jadi lebih nyaman.

2. Sesuaikan SPF & UVA/UVB Ratio dengan Kebutuhanmu

SPF (Sun Protection Factor) umumnya diukur dari seberapa lama kulit bertahan terhadap sinar UVB dibandingkan tanpa tabir. Misalnya, SPF 30 berarti kulit bertahan 30 kali lebih lama. Namun, ini bukan satu-satunya pertimbangan. Ada juga kategori Broad Spectrum, yang berarti melindungi melawan UVA dan UVB.

Berikut ini cara memilih:

  • SPF 15-30 cukup untuk aktivitas harian seperti jalan-jalan di kantor atau kuliah. Cocok buat kulit normal hingga berminyak.
  • SPF 30-50+ direkomendasikan bagi yang tinggal di daerah tropis, bekerja di luar ruangan, atau punya kondisi kulit yang rentan melarut (misalnya, rosacea atau eksim).

Jangan lupa, untuk kulit yang pernah terpapar sinar UV berlebih atau memiliki sejarah kanker kulit, selalu konsultasikan dengan dermatolog terlebih dahulu.

3. Tahan Air? Tahan Sesuai Kegiatan

Untuk kamu yang sering ngerjain olahraga di pantai atau berenang, pilih sunscreen dengan label "water-resistant". Biasanya ada dua kategori: 30 minutes dan 80 minutes. Kalau kamu cuma sekadar jogging di taman, "30 minutes" sudah lebih dari cukup.

Kenapa penting? Saat air atau keringat melarut, lapisan pelindung bisa hilang, jadi kulitmu bisa jadi lebih rawan terbakar. Jadi, pastikan untuk meniriskan dan aplikasikan lagi setiap 2 jam.

4. Jenis Sunscreen untuk Kulit Tertentu

4.1 Kulit Berminyak & Acne-prone

Produk dengan formula oil-free atau non-comedogenic biasanya paling cocok. Ada juga yang mengandung niacinamide atau salicylic acid, yang membantu mengurangi komedo sekaligus melindungi kulit.

4.2 Kulit Kering & Sensitive

Gunakan sunscreen berbasis mineral dengan kandungan zinc oxide dan titanium dioxide, dikombinasikan dengan pelembap ringan. Pilih varian yang tidak mengandung parfum atau alcohol, supaya kulit tidak terasa gatal.

4.3 Kulit Rentan Penuaan

Selain melindungi dari sinar UV, banyak sunscreen yang juga mengandung antioksidan (vitamin C, E), retinol, atau peptide. Ini membantu merangsang produksi kolagen dan meminimalkan garis halus.

4.4 Kulit Pas Cerah & Sensitif Pas Masalah (Misalnya Setelah Trtm Bintik Pasir)

Gunakan sunscreen dengan formula yang mengandung niacinamide atau aloe vera. Kalau kulit sudah sangat sensitif, hindari sunscreen dengan mineral particle >10 nm yang bisa lebih berat di kulit.

5. Cara Aplikasikan yang Benar (Bukan Sekadar Oles)

1. Mulai dari wajah: Gunakan 1-2 titik kecil di telinga, mata, hidung, dan pipi. Oleskan dengan lembut, jangan menekan.

2. Jangan lupa: leher, dada, lengan, dan kepala. Kulit di area ini juga rentan terkena sinar UV.

3. Untuk wajah, lakukan double application. Setelah 30 menit pertama, aplikasikan lagi supaya lapisan tetap kuat.

4. Kalo memakai makeup, aplikasikan sunscreen terlebih dahulu, lalu diikuti dengan primer dan foundation.

6. Tips Menghindari "Over-application" yang Menyebabkan Kulit Tersangkut

Kalau terlalu banyak, bisa menimbulkan minyak berlebih dan menutupi pori-pori. Paling penting, aplikasikan dengan cukup—sekitar setengah sendok teh untuk wajah, dan satu sendok teh untuk tubuh. Jika memang perasaan tidak terjaga, coba gunakan sunscreen berbentuk gel atau serum ringan, biasanya tidak memberi efek berat.

7. Kapan Ganti Sunscreen? Lebih Penting dari yang Dipikirkan

Produk sunscreen biasanya memiliki tanggal kadaluarsa 1-3 tahun. Setelah itu, efektivitasnya menurun, dan bahan kimia bisa mengubah struktur. Jadi, selalu cek tanggal kadaluarsa, apalagi kalau kamu sering menyimpannya di tempat panas.

Jadi, intinya: kenali kulitmu, tentukan aktivitasnya, dan pilih sunscreen yang paling cocok. Kalau kamu masih ragu, coba lakukan "patch test" dulu di telapak tangan; tunggu 24 jam, dan lihat reaksi kulit. Bila kulit tetap nyaman, berarti produk itu aman. Tapi kalau muncul kemerahan, gatal, atau ruam, langsung ganti.

Yang terakhir, ingat: sunscreen itu bukan satu-satunya perlindungan. Serta, tidak ada yang lebih penting daripada menyiapkan kulit dengan baik, seperti menjaga hidrasi, makan makanan kaya vitamin C dan E, serta tidur cukup. Jadi, dengan kombinasi skincare yang tepat dan sunscreen yang cocok, kamu siap melawan sinar matahari tanpa takut muncul jerawat, bekas, atau penuaan dini. Selamat mencoba, dan semoga kulitmu selalu cerah (tanpa terbakar)!

Tags