Selasa, 22 September 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

5 Campuran Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Berlebihan

Tata - Tuesday, 22 September 2026 | 09:00 AM

Background
5 Campuran Buah yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Berlebihan

Buah sering menjadi pilihan camilan karena praktis dan mengandung berbagai zat gizi. Tidak sedikit orang yang menggabungkan beberapa jenis buah sekaligus dalam satu mangkuk, salad buah, jus, atau smoothie. Mengombinasikan buah sebenarnya bukan sesuatu yang harus dihindari, selama jumlahnya tetap sesuai kebutuhan.

Namun, mengonsumsi terlalu banyak buah dalam satu waktu dapat membuat asupan karbohidrat, gula alami, dan serat menjadi cukup tinggi. Pada orang tertentu, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa begah atau kembung.

Berikut beberapa contoh campuran buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.

1. Pisang dan mangga

Pisang dan mangga sama-sama memiliki rasa manis dan mengandung karbohidrat. Ketika keduanya dikonsumsi dalam porsi besar, jumlah karbohidrat dan gula alami yang masuk ke tubuh juga meningkat.

Bukan berarti pisang dan mangga tidak boleh dimakan bersamaan. Keduanya tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Yang perlu diperhatikan adalah ukuran porsinya, terutama bagi orang yang sedang mengatur asupan gula atau karbohidrat.



2. Durian dan pisang

Durian memiliki rasa manis dan cukup padat energi, sedangkan pisang juga mengandung karbohidrat. Menggabungkan keduanya dalam jumlah besar dapat membuat total asupan energi menjadi tinggi.

Pada sebagian orang, porsi besar juga dapat membuat perut terasa penuh atau begah. Karena itu, jika ingin mengonsumsi kedua buah tersebut, porsinya sebaiknya tidak berlebihan.

3. Mangga dan anggur

Mangga dan anggur sama-sama memiliki rasa manis dan mengandung gula alami. Jika dikonsumsi sebagai camilan dalam jumlah besar, total gula dari buah tersebut dapat menjadi cukup tinggi.

Hal ini lebih perlu diperhatikan oleh orang yang sedang mengontrol kadar gula darah. Buah tetap dapat dikonsumsi, tetapi jumlah dan keseluruhan asupan karbohidrat dalam sehari perlu disesuaikan.

4. Semangka dan melon

Semangka dan melon memiliki kandungan air yang tinggi dan sering dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak karena terasa menyegarkan. Keduanya bukan kombinasi yang berbahaya, tetapi makan dalam porsi besar sekaligus tetap dapat membuat perut terasa penuh.



Pada sebagian orang yang sensitif terhadap perubahan asupan serat atau mengonsumsi buah dalam jumlah banyak, keluhan seperti kembung atau tidak nyaman pada perut dapat muncul.

5. Apel dan pir

Apel dan pir sama-sama mengandung serat. Serat merupakan bagian penting dari pola makan sehat, tetapi konsumsi dalam jumlah besar sekaligus dapat menyebabkan sebagian orang mengalami gas atau kembung, terutama jika tubuh belum terbiasa mendapatkan banyak serat.

Karena itu, bukan kombinasi apel dan pirnya yang perlu ditakuti. Jumlah total buah yang dikonsumsi dan kemampuan tubuh dalam mencerna makanan tersebut lebih penting untuk diperhatikan.

Bukan Berarti Buah-Buahan Ini Tidak Boleh Dicampur


Penting untuk dipahami bahwa tidak ada larangan umum untuk mencampurkan jenis buah tertentu. Banyak informasi di masyarakat yang menyebut kombinasi buah tertentu dapat menghasilkan racun atau menyebabkan makanan "mengendap" di dalam perut. Klaim semacam itu tidak dapat dijadikan dasar tanpa bukti ilmiah.



Tubuh memiliki sistem pencernaan yang mampu memproses berbagai jenis makanan secara bersamaan. Buah yang dikonsumsi bersama buah lainnya tidak otomatis menjadi beracun hanya karena memiliki kandungan zat yang berbeda.

Hal yang lebih penting adalah memperhatikan porsi dan kondisi kesehatan masing-masing orang. Orang dengan diabetes perlu memperhatikan jumlah karbohidrat dan pola makan secara keseluruhan. Sementara itu, orang yang mudah mengalami kembung mungkin perlu mengatur jumlah buah berserat tinggi dalam sekali makan.

Cara penyajian juga dapat memengaruhi jumlah asupan. Buah yang dikonsumsi langsung biasanya lebih mengenyangkan dibandingkan minuman buah yang telah diberi tambahan gula. Jus atau smoothie dalam porsi besar juga dapat membuat seseorang mengonsumsi buah lebih banyak dalam waktu singkat.

Karena itu, jika ingin mencampurkan beberapa buah, sebaiknya gunakan porsi yang wajar dan beragam. Tidak perlu menghindari kombinasi tertentu hanya karena mitos. Perhatikan pula respons tubuh setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Pada dasarnya, buah merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Variasi jenis buah justru dapat membantu menyediakan beragam zat gizi. Yang perlu dihindari adalah konsumsi berlebihan tanpa memperhatikan kebutuhan tubuh.



Jika setelah mengonsumsi buah seseorang mengalami keluhan seperti nyeri perut hebat, diare berkepanjangan, muntah, atau reaksi alergi, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.