Rabu, 4 Februari 2026
Live Radio
LIVE
Raufm.com
Eksplor

10 Tumbuhan Obat yang Mudah Ditemukan di Sekitar Kita

Liaa - Wednesday, 04 February 2026 | 11:50 AM

Background
10 Tumbuhan Obat yang Mudah Ditemukan di Sekitar Kita

Di sudut-sudut kota Jakarta, di balik lampu neon dan keramaian, masih ada harta karun alami yang belum banyak orang kenal: tumbuhan obat yang bisa tumbuh subur di pekarangan rumah, taman kota, bahkan di halaman teras. Tak heran bila banyak generasi muda yang masih mengandalkan semangka segar atau kopi hitam, namun sedikit yang sadar bahwa ada "herbal power" lengkap dalam jari‑jari mereka. Inilah 10 tumbuhan obat yang mudah ditemukan di sekitar kita, lengkap dengan cerita seru dan tips penggunaannya.

1. Akar Jahe (Zingiber officinale)

Jahe bukan cuma bahan bumbu masak, tapi juga "kaki lima" bagi tubuh yang lelah. Di pekarangan taman kota, akar jahe sering ditanam oleh ibu-ibu lokal karena mudah tumbuh di tanah subur dan tanah yang cukup basah. Rasanya pedas, aroma hangat, dan manfaatnya cukup banyak. Kalau mual, jahe bisa menenangkan perut; bila hangat, bisa meredakan nyeri otot dan sendi. Cukup potong tipis, rebus sebentar, dan tambahkan sedikit madu. Satu cangkir jahe hangat tiap malam bisa menjadi ritual sederhana sebelum tidur.

2. Daun Sirih (Piper betle)

Sirih terkenal lewat tradisi mengunyahnya, tapi potensi medisnya sering terlewat. Daun sirih mengandung eugenol, senyawa antiinflamasi yang hebat. Di pasar tradisional, kamu masih bisa lihat toko kecil yang menjual sirih kering. Untuk mengobati pilek, seduh daun sirih dalam air panas, lalu tuang sedikit pada tisu atau kain bersih dan letakkan di dinding kamar. Aroma khasnya tidak hanya menenangkan, tapi juga membantu membersihkan saluran pernapasan.

3. Bunga Kelor (Asparagus cochinchinensis)

Belum pernah dengar "kelor" sebagai obat? Bunga kelor, yang dikenal juga dengan "kambing bunga", sering muncul di pekarangan rumput. Daun dan umbi kelor memiliki sifat diuretik, baik untuk menurunkan tekanan darah. Selain itu, kelor membantu menurunkan kolesterol. Untuk memanfaatkan, potong tipis daun kelor, tumis cepat dengan sedikit minyak, lalu tambahkan ke sup ayam. Rasanya segar, dan tubuh pun bisa merasakan efeknya setelah beberapa minggu.

4. Bunga Kacang Hijau (Phaseolus vulgaris)

Kacang hijau, selain bahan makanan, juga bisa menjadi obat alami. Dalam budaya lokal, kacang hijau sering direbus menjadi "kacang hijau bening" untuk mengurangi peradangan pada punggung. Cara sederhananya, rebus kacang hijau sampai lunak, lalu siramkan air rebusnya di area punggung yang terasa sakit. Selain mengurangi rasa nyeri, proses ini juga memberi kehangatan yang menenangkan.

5. Daun Manggis (Garcinia mangostana)

Manfaat manggis memang sudah lama dikenal: antioksidan tinggi, menurunkan kadar gula darah. Namun, bagi yang sibuk, cara paling mudah memanfaatkan manggis adalah menggunakan kulitnya. Potong kulit manggis, masukkan ke dalam campuran air hangat, dan semprotkan di wajah atau tubuh. Efek pendinginan dan antibakteri sangat cepat terasa, terutama di musim panas.

6. Biji Jintan (Cuminum cyminum)

Jintan tidak hanya menambah cita rasa masakan, tapi juga sangat berguna bagi pencernaan. Saat menunggu pesanan di food truck, cukup menumis sedikit jintan pada minyak zaitun, lalu menuangkan minyak beraroma ke telapak tangan. Tekan ringan pada perut, dan rasa perut kembung akan segera reda. Bahkan, beberapa petani di Jakarta menawarkan biji jintan kering gratis di gerai mereka, jadi jangan ragu mampir.

7. Daun Bayam (Amaranthus spp.)

Bayam, selain sayuran, ternyata kaya antiinflamasi. Potong tipis bayam, rebus sebentar, lalu tambahkan ke teh hijau. Teh bayam hijau ini tidak hanya segar, tapi juga membantu meredakan batuk kering. Banyak ibu rumah tangga di daerah pinggiran kota yang rutin membuat "teh bayam" setiap pagi. Coba juga, jika Anda sering merasa pegal, rendam handuk bersih dengan air rebus bayam, lalu letakkan di area otot yang terasa kaku.

8. Bunga Marigold (Tagetes spp.)

Marigold, atau "kembang sepatu", biasanya dipandang sebagai tanaman hias. Tapi daunnya mengandung senyawa antioksidan, cocok untuk mengatasi luka kecil. Cukup ambil daun marigold segar, rendam dalam air panas, dan tuangkan ke area luka. Efek antiseptik yang ringan membantu proses penyembuhan dan mencegah infeksi.

9. Akar Kunyit (Curcuma longa)

Kunyit adalah "emas" dalam dunia obat. Kadar kurkumin tinggi, membantu melawan radikal bebas. Di kebun kota, kunyit biasanya ditanam karena tahan kondisi basah. Untuk perawatan kulit, potong tipis akar kunyit, tambahkan sedikit minyak zaitun, lalu aplikasikan pada wajah. Selama 15 menit, kulit akan terasa lebih lembut dan berkilau. Ini pilihan bagus bagi yang tidak punya perawatan kulit mahal.

10. Daun Pepaya (Carica papaya)

Daun pepaya ternyata bisa mengobati gangguan pencernaan. Daun ini mengandung papain, enzim yang membantu memecah protein. Bagi yang sering mengalami gangguan pencernaan, seduh daun pepaya dalam air panas, lalu minum sebelum atau setelah makan. Pencernaan menjadi lebih lancar, dan perut terasa lega. Di pasar tradisional, biasanya penjual menjual daun pepaya kering yang siap pakai, jadi mudah didapatkan.

Itulah 10 tumbuhan obat yang mudah dijumpai di sekitar kita. Dengan sedikit pengetahuan dan kebiasaan sederhana, kamu bisa merangkul alam tanpa harus keluar rumah. Tak perlu ragu lagi, karena alam memang tak pernah mengeluhkan: di balik semak, pohon, dan taman kota, tersembunyi rahasia kesehatan yang siap diakses. Selamat mencoba, dan jangan lupa beri pujian pada bumi karena sudah menyiapkan "obat" gratis untuk kita semua.

Tags